MATERI

1.
Pengertian
Teknik Arsir
Teknik arsir adalah teknik menggambar dengan cara menggoreskan alat tulis (seperti pensil, pulpen, atau spidol) berupa garis-garis berulang yang sejajar maupun bersilangan. Tujuan utama dari teknik arsir adalah:
- Memberikan dimensi gradasi gelap-terang (tone/value)
- Memberikan tekstur permukaan objek.
- Menciptakan efek tiga dimensi (3D) pada gambar dua dimensi.
- Kueri gagal
2. Fungsi Utama Teknik Arsir
- Menampilkan karakter objek: Membantu memperjelas sifat atau karakter permukaan suatu benda, seperti kasar, halus, keras, atau lembut.
- Memberikan kesan jarak dan kedalaman: Menciptakan ilusi ruang atau perspektif pada latar belakang maupun objek utama.
- Mengisi bidang kosong: Menutup area putih pada kertas agar gambar tampak lebih utuh dan padat.
- Sebagai sentuhan akhir (finishing): Menyempurnakan detail dan mempertegas kontras gambar pada tahap akhir.
- Memberikan kesan volume dan bentuk : Membuat objek datar terlihat seperti memiliki bentuk tiga dimensi yang nyata.
- Membuat efek bayangan :Menunjukkan bagian objek yang terkena cahaya (terang) dan bagian yang terhalang (gelap).
3. Jenis-Jenis Teknik Arsir Utama
- Arsir Searah (Hatching): Garis-garis sejajar yang ditarik secara berulang dengan arah yang sama. Kerapatan garis menentukan tingkat kegelapan.
- Arsir Silang (Cross-Hatching): Garis-garis sejajar yang ditimpa oleh garis lain dengan arah berpotongan atau bersilangan. Cocok untuk bayangan yang pekat dan tekstur kasar.
- Arsir Titik (Stippling): Teknik membuat gelap terang menggunakan kumpulan titik-titik kecil. Semakin rapat titik, semakin gelap area tersebut.
- Arsir Melingkar/Acak (Scumbling/Circling): Garis-garis melingkar kecil atau corat-coret acak yang ditarik terus-menerus. Cocok untuk menggambarkan tekstur seperti pohon, rambut, atau kain.
- Arsir Kontur (Contour Hatching): Garis arsir yang mengikuti bentuk atau kontur permukaan objek (misalnya permukaan bola atau tabung) untuk mempertegas bentuk 3D.
4. Tingkat Gradasi Gelap Terang (Value Scale)
Gradasi gelap terang
diperoleh dengan mengatur ketebalan pensil (misalnya 2B, 4B, 6B), tingkat
penekanan tangan saat menggores, serta jarak/kerapatan antar garis arsir.
|
Tingkat (Value) |
Karakteristik
Arsir |
Fungsi dalam
Gambar |
|
High
Value (Terang) |
Garis arsir sangat jarang, tipis, atau tanpa penekanan pensil. |
Area pantulan
cahaya (Highlight). |
|
Mid
Value (Sedang) |
Garis arsir dengan kerapatan sedang dan tekanan normal. |
Warna
asli/bayangan sedang pada benda. |
|
Low
Value (Gelap) |
Garis arsir berlapis-lapis, sangat rapat, dan penekanan lebih kuat. |
Bayangan inti (Core
Shadow) & bayangan jatuh (Cast Shadow). |
- Membuat
Sketsa Dasar: Buatlah garis luar (outline) tipis
objek yang akan digambar (misalnya bentuk buah apel atau cangkir).
- Menentukan
Arah Datangnya Cahaya:
Tentukan sumber cahaya (misalnya dari kiri atas). Area yang terkena cahaya
langsung dibiarkan terang, sedangkan area sebaliknya diberi bayangan.
- Memberikan
Arsir Dasar (Base Shade): Arsir tipis seluruh
permukaan objek yang termasuk area bayangan sedang hingga gelap.
- Membangun
Layer dan Gradasi: Tambahkan lapisan arsir kedua (silang
atau lebih rapat) pada daerah bayangan utama untuk mempertegas gelap-terang.
- Finishing & Cast Shadow: Buat bayangan jatuh di permukaan alas tempat objek diletakkan agar gambar tampak menempel dan tidak melayang
Komentar
Posting Komentar